Friday, 29 May 2009

JK WIN The Truth Leader Of Indonesia


Sosok pemimpin yang piawai dalam memainkan seni peperangan untuk mencapai tujuan mulia tampaknya telah dumulai oleh semua calon presiden 2009. Peperangan itu telah memasuki episode dimana seluruh senjata dan amunisi akan dikeluarkan dan dimuntahkan kepada rakyat jelata. Siapa yang senjatanya lebih lengkap, strategi perang yang memadai dan didukung oleh prajurit-prajurit setialah yang akan memenangkan peperangan untuk menguasai negeri ini. Perang ini kemudian ditampilkan dengan peperangan komentar dan issue tentang segala aspek yang ikut memanaskan situasi peperangan ini. Siap atau tidak kita hanya memerlukan satu presiden dan satu wakil presiden, yang lain harus siap menunggu dan legowo akan pilihan rakyat dan harus mendukung seluruh keputusan rakyat yang memiliki kedaulatan tertinggi di negeri ini.

Jusuf Kalla ( JK ) dan Wiranto ( WIN ) adalah dua sosok yang secara pribadi sangat saya kagumi, kekaguman ini bukan semata-mata karena penilaian tanpa dasar dan subjektif belaka. Ada beberapa catatan yang saya miliki sehingga kelugasan JK dan ketegasan WIN membuat saya terperangah dan segera keluar dari mimpi yang selama ini menyelimuti Indonesia kita tercinta. Selama ini bangsa ini telah bermimpi untuk bebrdaulat dan merdeka, tapi realita berkata lain, bangsa ini terus dan selalu dijajah oleh asing baik itu dari segi ekonomi dan aspek lainnya. Kedua sosok ini memberikan harapan baru tentang bangsa yang lebih bermartabat dan sejahtera. JK dengan kelugasannya pernah berkata ketika diwawancarai dalam tugas kenagaraan di USA bahwa bangsa ini tidak memerlukan bantuan, tapi dengan sombong dia berkata apa yang bisa saya bantu untuk negara anda agar dapat bekerja sama dengan negara anda. Perkataan beliau saat itu sempat membuat saya geli untuk sesaar, tapi saya sadar bahwa pemimpin harus membawa kehormatan bangsa ini ketika berkunjung ke Negara lain, agar bangsa ini tidak diinjak-injak dan hanya di pandang sebelah mata saja. Bangsa ini memerlukan JK sebagai figure yang pantas menggantikan SBY yang terkesan lemah dan terlalu berbudi untuk menggunakan komentar orang lain untuk kepentingan diri sendiri dan menyindir orang lain dengan bahasa-bahasa agama, seharunya ketika mau berbicara tentang agama dan nilai-nilai agama Islam, baiknya SBY membenahi keluarga terlebih dahulu, contoh kecil saja jika SBY memang merasa agama adalah sesuatu yang sangat penting dan prinsip, setidaknya harus memberikan nasehat kepada isterinya untuk menggunakan jilbab agar auratnya tidak terlihat oleh masyarkat Indonesia yang merasa risih memiliki ibu negara yang seperti itu.

Ma’af jika tulisan ini menyinggung teman-teman pembaca yang kebetulan simpati terhadap kharismatiknya SBY dan sifatnya yang terlalu berbudi luhur (lamban dan kemayu) sehingga saya menganggap dia tidak pantas untuk menjadi presiden atau pemimpin negara yang penuh dengan kelemahan, kekurangan, kemiskinan, kebodohan dan begitu banyak masalah yang kita hadapi. Saat ini, kita memerlukan sosok negarawan yang dapat memberikan solusi dan meletakkan pondasi perubahan paradigma serta system pemerintahan yang birokrasinya terlalu bertele-tele dan sangat tidak menguntungkan rakyat kecil. Saya berharap para netter dapat memandang masalah nasional ini dengan objektif, agar tidak salah dalam menentukan pilihan ketika PEMILU nanti. Ok Bro…….!

Nah, kita kembali kepada sosok JK - WIN, kenapa saya begitu peduli dan mengagumi JK WIN ini ?

1. JK – WIN, khususnya JK adalah tokoh yang religius dan keluarga yang religius serta dekat dengan ulama’, ketika pemimpin religius dan dekat dengan para ulama’ setidaknya nilai-nilai Islami akan menyertai nafas kebijakan serta arah penentuan kebijakan nanti akan lebbih pro terhadap nilai-nilai yang islami. Maksud saya islami ini bukan hanya untuk orang Islam belaka, tapi nilai-nilai islami adalah filosofi kehidupan tentang bagaimana menghargai dan menjaga apa yang telah diamanahkan kepadanya dengan maksimal danseoptimal mungkin. Ketika seorang pemimpin berjalan dalam rel-rel yang islami, tentunya akan lebih indah dibandingkan dengan pemimpin yang jauh dari agama apalagi yang tidak mengindahkan ajaran agamanya. Pemipin yang tahu dan menjalankan agamanya adalah bukti kekuatan dan kematangan diri serta visi dan tujuan yang jelas kedepan. Karena orang yang taat beragama adalah orang yang percaya pada hari akhirat, dan analogi dari agama dan pemimpin adalah ketika pemimpin itu taat beragama, berarti nilai-nilai tentang pencapaian sempurna di akhir hidup ( pada agama ) dan menjadikan syurga-syurga di Indonesia. Insya Allah

2. JK – WIN adalah pasangan nusantara, artinya mewakili the truth Indonesia yang multi pulau dan multi golongan dan suku. Ada beberapa kalangan yang menanggap bahwa isu ini tidak relevan lagi untuk diangkat, tapi bagi saya sebagai masyarakat Indonesia yang berdomisili di luar jawa merasa kemerataan pembangunan, infrastruktur dan pengembangan sumber daya manusia sangat berbeda dengan daerah-daerah di jawa dan sekitarnya. Bayangkan, ketika masyarakat mau melanjutkan pendidikan S2 yang berkualitas kita harus ke pulau jawa dulu agar mendapat gelar itu, sedangkan luar jawa sangat sedikit universitas yang menyediakan pendidikan yang baik bagi masyarakat Indonesia. Semangat pemerataan ini nampaknya hanya akan terwujud lewat duo JK – WIN ini, saya menaruh harapan yang besar terhadap calon ini agar dapat memenangkan PILPRES ini dan dapat mempercepat proses perubahan khususnya di daerah-daerah luar jawa.

3. JK adalah politisi yang handal dan peduli terhadap masyarakat kecil, dan tidak segan-segan turun dan bergaul bersama rakyat kecil. Ini adalah contoh keteladanan seperti yang dicontohkan oleh Rasulullah dan pemimpin-pemimpin besar dalam dunia Islam. Ketika pemimpin sudah berada di tengah-tengah masyarakat kecil, diharapkan pemimpin tersebut mengetahui masalah-masalah yang dihadapi rakyatnya, bukan hanya duduk-duduk di istana dan menerima tamu kenegaraan saja. Menerima tamu kenegaraan itu bukan prioritas utama seorang presiden, melainkan memikirkan rakyat dan turun ke lapangan melihat masalah-masalah yang terjadi pada masyarakat yang kurang beruntung.

4. JK mengerti ekonomi dan menganut paham ekonomi kerakyatan dan pro terhadap ekonomi-ekonomi syari’ah yang dapat dijadikan opsi bagi negara yang sedang sakit ini. Say No terhadap ekonomi liberal yang dianut oleh beberapa calon, dan jangan tertipu dengan retorika indah berbalut dengan argument manis yang ingin menjerumuskan bangsa ini ke dalam kemiskinan dan keterpurukan.

Sobat Netter, tentukan pilihan dan berikan suara anda bagi calon yang memang pantas untuk mendapatkan pemimpin-pemimpin yang berkualitas untuk bangsa ini untuk lima tahun yang akan dating. Semoga Allah memberikan kita pemimpin yang shaleh dan peduli terhadap rakyat Indonesia.

No comments:

Post a Comment